HUBUNGAN PREEKLAMSI BERAT DENGAN KEJADIAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH DI RSUD TELUK BINTUNI

Authors

  • Fitriyanti Lempow Lempow STIKES BUP PATI
  • Putri Yunita Sari
  • Darsono

Keywords:

Persalinan, Preeklamsi berat, Berat Bayi Lahir Rendah

Abstract

Kejadian BBLR disebabkan oleh salah satu faktor ibu yaitu adanya penyakit ibu dalam kehamilannya,  penyakit ibu yang dapat mempengaruhi berat lahir bayi adalah penyakit pre-eklamsi. Ibu hamil dengan pre eklamsi dapat menimbulkan retardasi pertumbuhan janin dalam rahim yang dapat melahirkan janin menjadi jauh lebih kecil dan lemah dari yang diharapkan. Kondisi tersebut memungkinkan bayi lahir dengan berat lahir rendah.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan preeklamsi berat dengan kejadian berat bayi lahir rendah di RSUD Teluk Bintuni. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelatif, dengan pendekatan Cross-Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD Teluk Bintuni sebanyak 45 orang, dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 31. Adapun untuk teknik sampling menggunakan purposive sampling.

Hasil dari penelitian ini yaitu kejadian Preeklamsi Berat pada Ibu Bersalin di RSUD Teluk Bintuni sebagian besar mengalami preeklamsi berat sebanyak sebanyak 13 orang (41,9%), kejadian Berat Bayi Lahir Rendah di RSUD Teluk Bintuni sebagian besar ibu bersalin melahirkan bayi dengan kejadian BBLR sebanyak 18 orang (58,1%) dan ada hubungan antara preeklamsi berat dengan kejadian berat bayi lahir rendah di RSUD Teluk Bintuni, dengan p value 0,000 < 0,05..

Diharapkan bidan di RSUD Teluk Bintuni lebih meningkatkan kualitas penangan dalam kasus preeklamsi berat dengan mengikuti SPO dan teori yang berkaitan. Bidan sebaiknya perlu meningkatkan pemantauan komplikasi PEB dan KPD, pemberian MgSO4 pascasalin sebaiknya diberikan dalam waktu 24 jam untuk mencegah terjadinya komplikasi.

 

Kata Kunci  : Preeklamsi Berat, BBLR

 

 

 

 

ABSTRACT

 

The incidence of BBLR is caused by one of the maternal factors, namely the existence of the mother's disease in her pregnancy, the mother's disease that can affect the baby's birth weight is pre-eclampsia. Pregnant women with pre-eclampsia can cause fetal growth retardation in the uterus which can give birth to a fetus that is much smaller and weaker than expected. This condition allows babies to be born with low birth weight.

This study aims to determine the relationship between severe preeclampsia and the incidence of low birth weight babies at Teluk Bintuni Hospital. The type of research used in this study is correlative analysis, with a cross-sectional approach. The population in this study were all mothers giving birth at Teluk Bintuni Hospital as many as 45 people, with the number of samples in this study being 31. As for the sampling technique using purposive sampling.

The results of this study are that the incidence of Severe Preeclampsia in Maternity Mothers at Teluk Bintuni Hospital mostly experienced severe preeclampsia as many as 13 people (41.9%), the incidence of Low Birth Weight Babies at Teluk Bintuni Hospital most of the mothers giving birth to babies with BBLR incidents were 18 people (58.1%) and there is a relationship between severe preeclampsia and the incidence of low birth weight babies at Teluk Bintuni Hospital, with a p value of 0.000 <0.05.

It is hoped that the midwives at Teluk Bintuni Hospital will further improve the quality of handlers in cases of severe preeclampsia by following the SPO and related theories. Midwives should improve monitoring of complications of PEB and KPD, giving postpartum MgSO4 should be given within 24 hours to prevent complications.

 

Keywords: Severe Preeclampsia, BBLR

 

Downloads

Published

2023-11-01