PENGARUH KOMPRES HANGAT TERHADAP INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF DI PBM UMEGA
Keywords:
Kompres hangat, Nyeri PersalinanAbstract
Labor is the process of delivering a viable conception from the uterus through the vagina to the outside world. Normal labor is characterized by uterine contractions that lead to thinning, dilation of the cervix, and pushing the fetus out through the birth canal, causing a sensation of pain experienced by the mother. Pain causes suffering and stress, which if not alleviated may result in a response to subsequent pain.
Persalinan normal ditandai dengan adanya kontraksi uterus yang menyebabkan penipisan, dilatasi serviks, dan mendorong janin keluar melalui jalan lahir sehingga menimbulkan sensasi nyeri yang dirasakan ibu. Nyeri menyebabkan penderitaan dan stres yang jika tidak mereda dapat mengakibatkan respons terhadap nyeri berikutnya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh kompres hangat terhadap intensitas nyeri persalinan pada kalai I fase aktif di PBM Umega. Jenis penelitian ini adalah kuantitaf dengan desain Quasi Experiment dengan rancangan one group pretest posttest. Dalam penelitian ini seluruh responden dijadikan satu kelompok. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengukur skala nyeri awal sebelum diberikan kompres hangat dan mengukur skala nyeri setelah diberikan kompres hangat pada ibu bersalin kalai I fase aktif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin normal di PBM Umega sebanyak 32 orang. Adapun teknik sampling menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 responden.
Dapat disimpulkan berdasarkan hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai ρ value ≤ 0,05 maka ada pengaruh pemberian kompres hangat terhadap intensitas nyeri pada ibu bersalin kala I fase aktif di PBM Umega
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Penelitian Pendidikan Bidan (Midwife Education Research Journal)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

